Dari Kulon Merantau ke Ibu Kota, Anak Kampung Cilegon Kini Sah Menyandang Gelar Guru Besar Tafsir Maqashidi
Dari Kulon Merantau ke Ibu Kota, Anak Kampung Cilegon Kini Sah Menyandang Gelar Guru Besar Tafsir Maqashidi
JAKARTA — Pepatah kuno yang mengatakan bahwa ridha Allah menyertai kesungguhan langkah hambanya, terwujud nyata dalam perjalanan hidup Prof. Dr. KH. Hasani Ahmad Said, M.A. Lahir dan dibesarkan di Karang Tengah, Cilegon, Banten — sebuah wilayah "kulon" yang kental dengan tradisi santrinya — siapa sangka bocah bersahaja yang dahulu menempa diri di Pondok Pesantren Nurul Qomar kini bertransformasi menjadi salah satu pakar paling otoritatif dalam bidang Tafsir Maqashidi di Indonesia.
Surat Keputusan Menteri Agama (KMA) Republik Indonesia Nomor B-387/DJ.I/Dt.I.III/HM.01/07/2026 secara resmi mengesahkan status barunya. Prof. Hasani, yang saat ini baru menginjak usia 44 tahun, berhasil mencapai tangga karier puncak dunia akademik. Pencapaian ini tidak hanya membanggakan tanah kelahirannya di Banten, melainkan menjadi oase inspirasi bagi dunia Islam kontemporer.
Metamorfosis Anak Kampung Berbekal Al-Qur'an
Perjalanan Prof. Hasani menuju panggung akademik nasional bukanlah jalan pintas yang bertabur kemudahan. Sebagai anak kampung, bekal utamanya sejak merantau dari Cilegon ke Ibu Kota adalah al-Qur'an. Melalui kecintaan, hafalan, dan ketekunan meneliti struktur serta esensi wahyu, beliau terus melaju menuntaskan studi S1 hingga menyabet gelar Doktor Terbaik di Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada tahun 2011 silam.
Fokus kajiannya yang sangat spesifik, yakni Tafsir Maqashidi — sebuah metode kontekstualisasi hukum dan ayat berbasis kemaslahatan manusia — melahirkan karya-karya bermutu tinggi. Buku monumentalnya bertajuk "Tafsir Maqasidi: Metodologi Penafsiran al-Qur'an Berbasis Maqashid al-Syariah" (2025) kini menjadi rujukan wajib di berbagai perguruan tinggi Islam di dalam maupun luar negeri.
Simfoni Pengabdian: Dari Menara Gading ke Akar Rumput
Kehebatan Prof. Hasani terletak pada keseimbangan kiprahnya. Ia tidak hanya mengurung diri di menara gading kampus sebagai Dosen Tetap Fakultas Ushuluddin UIN Jakarta. Di akar rumput, ia menakhodai gerbong pergerakan umat sebagai Ketua Pengurus Daerah (PD) IPIM (Ittihad Persaudaraan Imam Masjid) Kota Tangerang Selatan. Sebuah organisasi pemberdayaan imam masjid nasional yang nakhoda pusatnya diamanahkan kepada Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., serta dipimpin di tingkat Provinsi Banten oleh Prof. Dr. KH. Ahmad Tholabi Kharlie, M.A. yang juga merupakan tokoh asal daerah yang sama dengan Prof. Hasani.
Di level regional dan nasional, peranan intelektualnya mewarnai institusi-institusi strategis. Dirinya tercatat aktif sebagai Syuriah PCNU Tangerang Selatan serta dipercaya mengemban amanah sebagai Wakil Sekretaris Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat. Wajahnya pun kerap menghiasi layar kaca pemirsa nasional melalui program religi utama di berbagai stasiun televisi.
Banjir Ucapan Selamat dan Doa dari Para Sahabat
Kabar membahagiakan mengenai penyerahan KMA Guru Besar ini seketika memicu gelombang apresiasi, rasa syukur, serta untaian doa mendalam dari segenap ulama, tokoh masyarakat, dan rekan sejawat yang selama ini mendampingi perjuangan dakwah beliau:
"Kepada Prof. Dr. KH. Hasani Ahmad Said, M.A. selamat atas amanah dan kehormatan sebagai Guru Besar di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Semoga Allah SWT senantiasa menganugerahkan kesehatan, kekuatan, keikhlasan, dan kebijaksanaan dalam mengemban amanah mulia ini, serta menjadikan setiap ilmu yang diajarkan sebagai amal jariyah yang pahalanya terus mengalir hingga akhir hayat. Barakallahu fiikum." Dr. KH Muhammad Zen, M.A. LDNU Kota Tangerang Selatan
Ucapan hampir senada datang dari Dr . ( C ) KH Munawir, S.H,M.Pd ketua PW FORMULA ( Forum Ulama dan Aktifis Islam ) Propinsi Banten . Kyai Munawir menyatakan salam ta'dzimnya, " Kepada Prof. Dr. KH Hasani Ahmad Said, MA . Selamat mengemban amanah sebagai Guru Besar . Semoga pencapaian ini menjadi keberkahan, sekaligus menguatkan dedikasi beliau dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, mencetak generasi yang unggul, serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan umat, bangsa, dan negara." .
Tahni'ah dan ucapan selamat di sampaikan juga oleh Ust. Hasan Ora Mahi, M.A. (Panglima Dakil / Dakwah Keliling Tangsel) Ust. Ir. H. Ali Akbar, M.Si., M.M. Ketua ORSAT ICMI Pamulang dan Gus Isqowi (Founder RUMAH DAI, Pengasuh Majelis PULANG) .
Pengukuhan Prof. Dr. KH. Hasani Ahmad Said, M.A. bukan sekadar perayaan formalitas gelar akademik belaka, melainkan sebuah maklumat penting bagi generasi muda Banten dan Indonesia: bahwa keterbatasan fasilitas kampung halaman bukanlah pemutus rantai cita-cita selama al-Qur'an dan konsistensi dijadikan fondasi utama dalam berkhidmah.