Menjaga Cahaya Wahyu: Dari Banten Menuju Panggung Imam Internasional

Peristiwa 04 Jul 2026 20:22 3 min read 179 views By Gus Isqowi
Menjaga Cahaya Wahyu: Dari Banten Menuju Panggung Imam Internasional
Ikhtiar PW IPIM Banten dan Muslim Sinar Mas Membangun Ekosistem Imam Profesional, Moderat, dan Berdaya Saing Global.

Menjaga Cahaya Wahyu: Dari Banten Menuju Panggung Imam Internasional

TANGERANG SELATAN – Suasana khidmat, sarat nilai keilmuan, dan kental akan ruhaniyah menyelimuti Masjid Raya Baitul Mukhtar, BSD City, Kabupaten Tangerang pada Jumat, 3 Juli 2026. Di tempat suci ini, sebuah momentum penting bersejarah lahir melalui gelaran Bridging International Grand Imams Conference (IGIC) yang dirangkaikan dengan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Imam Masjid Tingkat Provinsi Banten

Agenda besar ini bukan sekadar kompetisi atau seremoni belaka, melainkan sebuah ikhtiar mendalam untuk meneguhkan kembali peran vital imam masjid sebagai penjaga kemurnian cahaya wahyu di tengah masyarakat. 

Teladan Kepemimpinan dan Sinergi Hangat di BSD City

Kehadiran Menteri Agama RI sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, semakin menguatkan denyut spiritualitas acara ini. Pengalaman panjang beliau dalam mengelola masjid menjadi cerminan bahwa kepemimpinan seorang imam harus senantiasa bersandar pada pilar ilmu, hikmah, dan akhlakul karimah

Usai ibadah shalat Jumat, kehangatan humanis begitu terasa saat jajaran pengurus Sinar Mas — selaku pihak yang menginisiasi berdirinya Masjid Baitul Mukhtar — menggelar ramah tamah dengan Pengurus Pusat IPIM yang dipimpin langsung oleh Kiai Nasaruddin Umar. 

Dalam ramah tamah tersebut, tampak hadir Ustadz Moh. Taufiqurrahman, SQ, MA (Sekjen PP IPIM), Ustadz Abdur Roziq, MA (Wakil Ketua PD IPIM Tangsel) dan sejumlah jajaran direksi serta pengurus Sinar Mas. 

Ketua Yayasan Muslim Sinar Mas (YMSM), Haji Saleh  Husin, mengungkapkan bahwa keterlibatan mereka adalah wujud komitmen nyata untuk membumikan Al-Qur'an sebagai kompas kehidupan. 

"Kegiatan ini adalah perwujudan upaya bersama, saling mengingatkan agar dalam melangkah dan mengisi kehidupan, kita selalu berpedoman pada kemurnian nilai-nilai yang terkandung di dalam mushaf Al-Qur'an," tutur Saleh Husin hangat, menekankan pentingnya syiar Islam yang rahmatan lil 'alamin

Menuju Ekosistem Imam Global dan Pusat Peradaban

Menatap masa depan, Sekretaris Jenderal PP IPIM, Ustadz Moh. Taufiqurrahman, menegaskan bahwa program Bridging to IGIC ini dirancang sebagai langkah strategis jangka panjang. Langkah ini bertujuan membangun jaringan imam masjid dari tingkat lokal, daerah, hingga panggung internasional. 

"Ini adalah ikhtiar kita bersama untuk membangun ekosistem imam masjid yang profesional, moderat, berdaya saing global, dan mampu menjawab tantangan zaman melalui diplomasi keagamaan, serta memperkuat fungsi masjid sebagai pusat peradaban," jelasnya. 

Estafet Amanah di Tangerang Selatan

Semangat pembaruan ini langsung disambut hangat di tingkat daerah. Di tempat terpisah, usai resmi dilantik sebagai Ketua IPIM Tangerang Selatan, Prof. Dr KH Hasani Ahmad Said, MA menyampaikan rasa syukur mendalam atas amanah besar yang kini dipikulnya. Ia berkomitmen penuh untuk mendongkrak kapasitas dan kualitas para imam di wilayah Kota Tangerang Selatan. Prof. Hasani meyakini bahwa fungsi masjid harus segera bertransformasi secara menyeluruh agar dampaknya langsung dirasakan oleh masyarakat luas. 

"IPIM akan terus berupaya meningkatkan kualitas imam masjid, baik dari sisi keilmuan, kepemimpinan, maupun kontribusi sosial. Kami juga siap bersinergi dengan pemerintah dan berbagai elemen masyarakat untuk menjadikan masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat pendidikan, pemberdayaan umat, dan penguatan nilai-nilai sosial keagamaan demi mewujudkan masjid sebagai pusat peradaban umat," pungkas Prof. Hasani optimis. 

Melalui sinergi keilmuan, ketulusan hati para pengurus, dan dukungan penuh berbagai elemen, cahaya dari Banten ini diharapkan mampu melahirkan generasi imam yang tidak hanya menjaga mihrab, tetapi juga menuntun peradaban dunia. 

 

Tentang Penulis

Gus Isqowi adalah Maestro Muhasabah, Founder Rumah Dai dan Pengasuh Majlis Pulang, penggagas Metode Pulang Berbasis Gravitasi Spiritual, serta arsitek gerakan dakwah dan pemberdayaan ustadz.

Chat with us on WhatsApp