Satu Mimbar Idul Adha: Ketegasan Orasi sang Ayah dan Kemerduan Suara sang Anak

Peristiwa 28 May 2026 07:35 4 min read 305 views By A. Jasmine

Share berita ini

Satu Mimbar Idul Adha: Ketegasan Orasi sang Ayah dan Kemerduan Suara sang Anak
“Kala Syahdu Lantunan Ayat dan Getaran Khutbah Melebur dalam Air Mata Tobat.”

Duet Yang Mengguncang Masjid Al-Wahdah

 

Tangerang selatan  – Suasana Hari Raya Idul Adha di Masjid Al-Wahdah, Perumahan Paradise Resort City, Tangerang Selatan, berlangsung dengan sangat khusyuk dan syahdu. Momentum ibadah tahunan ini menjadi sangat istimewa karena menghadirkan kolaborasi spiritual yang luar biasa antara anak dan ayah , yang berhasil menggetarkan hati seluruh jamaah yang hadir.

 

Lantunan Syahdu Sang Imam Menggetarkan Jiwa

 

Rangkaian acara diawali dengan pelaksanaan shalat Idul Adha yang dipimpin oleh Ustadz Bagus Azkanov Masya, atau yang akrab dikenal oleh jamaah sebagai Gus Azkanov. Sejak takbiratul ihram dikumandangkan, suasana magis langsung menyelimuti ruang utama masjid. Gus Azkanov membawakan bacaan shalat dengan nada yang syahdu. Alunan ayat-ayat suci Al-Qur'an yang keluar dari lisan anak muda yang mengenyam dunia pesantren dari kelas 1 SD dan sedang menyempurkan hafalan Al - quran nya hingga 30 juz ini  terdengar begitu meresap, hingga membuat bulu kuduk merinding. Keindahan dan kefasihan artikulasinya berhasil membawa pikiran jamaah larut dalam ketundukan yang mendalam kepada Allah SWT. 

 

Khutbah Berapi-api Sang Maestro Muhasabah

 

Usai shalat berjamaah, mimbar Masjid Al-Wahdah diambil alih oleh sang Ayah, Ust. HRT Isqowi Indaddien Masya, yang akrab disapa Gus Isqowi. Sebagai seorang mubalig yang dikenal luas sebagai orator ulung, Gus Isqowi langsung menggebrak suasana dengan khutbahnya yang disampaikan secara lantang dan berapi-api. Dalam khutbahnya, guru ngaji  yang belum lama ini menerima penghargaan Doctor Honoris Causa Islamic Studies and Dakwah dan memiliki istri seorang Guru Besar di perguruan tinggi negeri di Tangsel ini, mengupas tuntas esensi pengorbanan yang tertuang dalam naskah khutbah bertajuk " BUAH DARI KETATAATAN 100 PERSEN ".

 

Berikut adalah ringkasan poin-poin penting dari khutbah yang disampaikan:

 

Ringkasan Khutbah: Buah dari ketaatan 100 persen

- Esensi Sejarah Idul Adha: Setiap kali merayakan Idul Adha, umat Islam diajak kembali mengenang kisah heroik penuh pengorbanan dari keluarga Nabi Ibrahim AS, Siti Hajar, dan Nabi Ismail AS. Sebuah perjalanan sejauh lebih dari 2.000 km dari negeri Syam menuju lembah tandus yang tidak tumbuh  satupun tanaman  dan disebut dalam Al - Quran sebagai  biwadin ghoiri dzi dzar’in

- Ujian Keimanan Sang  Kholilullah : Belum lama menetap di lembah itu, Nabi Ibrahim harus meninggalkan orang - orang yang dicintainya demi mengemban tugas yang lebih berat . Ujian demi ujian di laluinya. Dan  puncaknya  adalah ketika menerima perintah lewat mimpi untuk menyembelih putra kesayangannya, Ismail, yang baru berusia 7 tahun. 

- Keikhlasan yang Membawa Berkah: Setiap ketaatan atau pengorbanan selalu Allah balas dengan yang lebih besar . Keteguhan Nabi Ibrahim, kepasrahan Nabi Ismail, serta keikhlasan Siti Hajar menuai hasil.  Karena ketulusan mereka, Allah mengganti sembelihan tersebut dengan seekor kibasy besar dari surga. Disisi lain pengorbanan mereka juga melahirkan keberkahan: menjadikan Mekah pusat ibadah dunia, memancarkan sumur Zamzam, hingga lahirnya Nabi Muhammad SAW.

- Estafet Pengorbanan Sepanjang Sejarah: Gus Isqowi menegaskan bahwa Islam tidak akan pernah sampai ke bumi Nusantara, khususnya tanah Jawa, tanpa tetesan darah dan pengorbanan para Wali Songo serta para pejuang kemerdekaan seperti Pangeran Diponegoro, Sultan Hasanuddin, hingga Kyai Mojo. Dengan bekal  kalimat takbir "Allahu Akbar" ,  mampu menggetarkan dan mengusir penjajah dari bumi pertiwi.

 

Puncak Doa: Air Mata Jamaah yang Membasahi Bumi

 

Jika di awal hingga pertengahan khutbah jamaah dibakar semangatnya oleh orasi yang menggelegar, maka di penghujung acara, suasana berbalik 180 derajat. Sebagai seorang Maestro Dzikir & Muhasabah, Gus Isqowi menutup khutbahnya dengan untaian doa yang diucapkan secara lembut, syahdu, melankolis, dan sangat menyentuh relung jiwa. 

 

Ini adalah salah satu branding kuat yang membedakan Gus Isqowi dengan dai-dai lainnya. 

 

Kemampuan beliau dalam menuntun doa muhasabah membuat ruang Masjid Al-Wahdah seketika dipenuhi suara isak tangis. Jamaah — baik pria maupun wanita — tak kuasa membendung air mata, larut dalam tobat dan rasa syukur yang mendalam. Kemampuan spiritual dalam menggetarkan hati jamaah lewat doa ini bahkan diakui oleh beberapa tokoh penting dan ustadz selebriti yang sempat satu panggung dengan beliau. 

 

Acara Idul Adha di Masjid Al-Wahdah sukses meninggalkan kesan spiritual yang mendalam. Kolaborasi apik antara lantunan syahdu Gus Azkanov dan khutbah multidimensi dari Gus Isqowi benar-benar telah "mengguncang" kesadaran iman warga Paradise Resort City. ( Tangsel, 28 Mei 2026 )

AzkaNova
Chat with us on WhatsApp